Rasa tertarik pasti segera meluap ketika kita tahu kalau suatu bisnis itu dengan mudah dikelola atau dimulai, tapi bisnis sekarang bukan itu pokok masalahnya. Seberapa cepat bisa berlari, itulah pertanyaannya. Dalam sejarah bisnis, baik berbau teknologi tinggi maupun berteknologi rendah, yang selamat dan yang lewat, sudah pasti banyak yang lewat.
Contoh bisnis hosting web, wah buaaaaanyak sekali sekarang kenapa ? Ya karena tiada barrier to entry [ hambatan masuk ] bisnis ini sudah mendekati nol. Alias siapa yang mau bisa langsung masuk lapangan pertandingan bisnis hosting web.
Kalau di hosting-hostingan yang masih sedikit itu resellernya-reseller. Sudah ada yang menyediakan jasa US$ 2.500 setahun dengan paket jualan serba unlimited. Weh weh weh. Berapapun rupiahnya anda punya kami bisa maksimalkan, begitulah kira-kira tag pemasarannya. Tapi kalau dihitung-hitung kalau duit segitu dibeliin harddisk 250 giga-an kira-kira bisa dapet space 13 tera byte. Jadi harga satu giga byte nya sama dengan nol koma satu sembilan dollar, yaa hampir Rp 2.000 per giga byte. Bayangkan setiap enam bulan harga hardisk akan teruuuuuus jatuh. Jadi kalau sekarang kita bayar Rp 1.000 rupiah per mega byte di indonesia wah wah wah, kita diperlakukan seperti orang kaya sekaleeeeeeeee.
But no business without competitor. If u want it , go for it.
note : I’m happy, cos this post I wrote with Konqueror 3.5.6 on Kubuntu 7.04